Lebih dari 20 tahun spreadsheet, seperti excel, menjadi tool penting di suatu organisasi atau institusi. Namun desain spreadsheet yang ada masih terbatas, terutama jika menyangkut komputasi matematika. Kebanyakan spreadsheet tidak didesain dengan “formula logikal”.
Ilmuwan komputer dari Stanford telah berhasil mengembangkan prototipe spreadsheet dengan kemampuan matematik logik (lihat ini a logical spreadsheet using logic instead of math ) untuk membantu kita dalam hal manajemen data dengan suatu cara yang innovatif. US-Army ingin menggunakannya untuk mengorganisasikan penempatan dan pelatihan tentara. Dan Stanford telah menggunakan untuk menjadualkan perkuliahan, event-event dan ruangan. Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan teknologi ini pada web, guna menggantikan form-form yang biasa kita isi melaluu “websheets”.
Penelitian teknologi ini telah dilakukan sejak 2001, dibawah pimpinan Prof. Michael Genesereth , dari departement ilmu komputer Universitas Stanford, dan bersama Michael Kassoff, kandidat doktor pada grup risetnya (Logical Spreadsheets project).
Berikut dua catatan penting dari Genesereth mengenai proyek ini.
“There are many cases where traditional spreadsheets are just not sufficient. Why not have a spreadsheet that looks just like a regular spreadsheet except it has the ability to encode and use logical formulas? That’s what you can’t do with Excel in any way today.”
Genesereth gives the example of trying to use a logical spreadsheet to plan a meal. “You enter the main course, and let the spreadsheet suggest greens and carbohydrates that are gastronomically compatible and satisfy nutritional requirements,” he says. “Or you can do it in the other order.” Traditional spreadsheets fail in such applications because they are more rigid and cannot represent logical constraints.
Lebih detail lihat link berikut:
http://www.physorg.com/news96729652.html
http://logic.stanford.edu/spreadsheet/
http://logic.stanford.edu/people/genesereth/
By Marko A. R
Artikelnya membahas seuah model komputasi “general-purpose” pada substrate jaringan semantik. Konsep-konsep yang disajikan dapat diaplikasikan pada berbagai jaringan semantik. Akan tetapi, karena standard dan infrastruktur teknologi ditujukan pada penelitian web semantik, artikelnya lebih diarah dari sudut pandang web semantik. Pada model komputasi yang diusulkan, interface pemrograman aplikasi, program run-time, dan virtual machine komputasi direpresentasikan dalam RDF. Implementasi konsep-konsep menciptkan sebuah paradigma komputasi praktis pada layer representasi web semantik.
paper download here pdf